Makassar, Sulsel – Kongres Luar Biasa Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (KLB PSSI) telah menghasilkan Ketua Umum PSSI periode 2023-2027, Erick Thohir.
Walaupun pencalonan Erick Thohir (ET) sempat menuai pro kontra di publik, ia mendapat kemenangan meyakinkan dengan perolehan 64 dari total 86 voter. Indonesia Moeda menilai terpilihinya Erick Thohir merupakan langkah tepat menuju era transformasi PSSI dan sepak bola Indonesia secara menyeluruh.
CFO Indonesia Moeda Dedi Ansari menyampaikan latar belakang ET baik sebagai pengusaha maupun menteri yang berprestasi menunjukkan kemampuan tata kelola yang baik. “Termasuk manajemen yang teruji, di antara skill dan kemampuan lainnya,” kata Dedi.
Terlepas adanya pemilihan ulang Wakil Ketua Umum sebagai permintaan beberapa pihak sore kemarin, Dedi menilai hal ini tidak menjadi penghalang bagi perjalanan PSSI selama empat tahun ke depan. “Kita semua tahu, siapapun Ketua Umum PSSI hari ini pasti memiliki PR besar dalam berbenah internal, dari segala aspeknya,” bebernya.
Meski begitu ia percaya Erick Thohir bersama para Wakil Ketua Umum terpilih dan jajarannya dapat memimpin sepak bola Indonesia semakin bersih, berprestasi dan mampu bersaing di tingkat global. Dedi mengamini apa yang disampaikan ET sebelumnya bahwa hari ini bukanlah kemenangan, karena kemenangan sesungguhnya adalah ketika prestasi sepak bola Indonesia meningkat dan semakin bersinar.
Terpisah, Sekretaris Asprov PSSI Sulsel, Ahmadi Djafri menyampaikan kemampuan ET layak memimpin PSSI. Makanya sejak awal, pihaknya menjadi bagian yang mendukung terpilihnya ET dalam KLB PSSI tersebut.
“Sisa kita minta perhatian beliau terhadap sarana infrastruktur sepakbola di daerah. Di Sulsel misalnya bagaimana membantu Stadion Mattoangin. Beliau juga kan Menteri BUMN,” kata Ahmadi. (*)











Komentar