Enrekang, Sulsel – Prof Ambo Asse kembali terpilih dan ditetapkan sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan periode 2022-2027.
Rektor Unismuh Makassar ini sebelumnya mengemban amanah sebagai Ketua PWM Sulsel periode 2015-2022. Keputusan penetapan Prof Ambo Asse menakhodai Muhammadiyah Sulsel diumumkan setelah Sidang Pleno IV di Gedung Gabungan Dinas (Gadis) Pemerintah Kabupaten Enrekang, Minggu (5/3/2023).
Selain Prof Ambo Asse, sidang pleno juga menetapkan nama-nama anggota Tanwir PWM Sulsel 2022-2027. Di antaranya, Ambo Asse, Abbas Baco Miro, Mawardi Pewangi, Abd Rakhim Nanda, Muhammad Syaiful Saleh, dan Budu.
Keputusan hasil Pleno IV Muswil ke-40 Muhammadiyah dibacakan langsung oleh Ketua Sidang, Prof Gagaring Pagalung. “Secara ringkas kami memutuskan bahwa Ketua PWM Sulsel periode 2022-2027 adalah Prof Ambo Asse,” kata Gagaring.
Pembacaan tersebut mendapat respon dan tepuk tangan dari peserta yang hadir dalam sidang pleno. Untuk diketahui, pemilihan anggota PWM Sulsel yang dilaksanakan pada Sabtu (4/3/2023) malam, dihasilkan 13 formatur terpilih.
Mereka diantaranya, Abbas Baco Miro, disusul Ambo Asse, Mawardi Pewangi, Abd Rakhim Nanda, Muhammad Syaiful Saleh, Budu.
Kemudian, Gagaring Pagalung, Mustari Bosra, Arifuddin Ahmad, Dahlan Lamabawa, Abdul Qadir Gassing, Pantja Nurwahidin, dan Husain Abd Rahman.
Di sela Muswil, Wakil Ketua DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif juga hadir
mewakili Pemprov Sulsel menyerahkan bantuan hibah ke Muhammadiyah dan beberapa perguruan tinggi Muhammadiyah se-Sulsel. “Sedianya Pak Gubernur yang hadir menyerahkan bantuan, tapi karena berhalangan hadir ,jadi saya didaulat untuk menyerahkan,” kata Syahar.
Mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel 2011-2014 dan Sekjen PP Pemuda Muhammadiyah ini rela menjadi sopir kepada sejumlah seniornya di organisasi Persyarikatan Muhammadiyah itu, meski ia sedang memakai setelan jas hitam.
Tiga seniornya itu yakni Rektor Universitas Muhammadiyah Bone Muhammad Jafar, Rektor Unismuh Barru, dan Rektor Unismuh Sidrap.
Politisi Partai Nasdem itu mengantar tiga rektor dari arena Musywil ke Rujab Bupati Enrekang untuk makan siang.
“Tidak perlu gengsi dan tidak perlu sombong, jabatan sekarang yang ada ini karena doa para tokoh-tokoh Muhammadiyah dan dorongan dari kader Muhammadiyah,” sambung Syahar. (*)




Komentar