Manado – Shalat Idul Adha 1447 Hijriyah/2026 Masehi yang digelar di Lapangan Markas Komando Satuan Brigade mobil (Mako Sat Brimob) Kepolisian Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Paniki Kecamatan Mapanget kotamadya Manado (Rabu, 27 Mei 2026).
Bertindak sebagai Khatib shalat Idul Adha kali ini Prof Dr H Nasruddin Yusuf, M.Ag dan Imam Iswan Dama, S.Pd.i yang diikuti oleh hampir seribuan jamaah kaum muslimin dan muslimat dari sekitar Mako tersebut berlangsung aman, tertib, lancar, hikmat serta khusyuk dengan penjagaan ketat puluhan personil Sat Brimob setempat.
Pelaksanaan shalat idul adha yang disponsori Komandan Mako Sat Brimob Polda Sulut Kombes Pol Robby M Samban SIK dan Ny Grace Robby Samban yang saat memasuki gerbang poskonya disambut dengan ucapan selamat datang; pada kawasan pembangunan zona integritas menuju Wilayah bebas dari korupsi (WBK) Wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM).

Dalam khutbah khotib H Nasruddin Yusuf dengan tema “Manusia artificial intelligence dan makna penghambaan” tersebut menekankan ketaqwaan itulah bekal terbaik dalam menghadapi perubahan zaman.
“Hari ini jutaan kaum Muslimin dari seluruh penjuru dunia sedang berkumpul di tanah suci Makkah Al-Mukarramah untuk melaksanakan ibadah haji. Mereka datang dengan meninggalkan rumah, pekerjaan, jabatan, bahkan kenyamanan hidupnya,” lanjutnya.
Dikatakannya, pemandangan haji itu mengajarkan kepada kita bahwa sebesar apapun kemajuan dunia setinggi apapun ilmu pengetahuan dan secanggih apapun teknologi manusia pada akhirnya manusia tetap mencari dan membutuhkan Tuhan.

“Sebagai hamba Allah kita juga harus menyadari bahwa pada hari ini manusia hidup di zaman yang berubah sangat cepat peradaban yang terus bergerak teknologi yang terus berkembang cara manusia bekerja, belajar, berkomunikasi bahkan dalam menjalani kehidupan bersama keluarga dan masyarakat berubah dari masa ke masa,” ujarnya.
Menurutnya, zaman sekarang yang disebut dengan revolusi industri 4.0 datang di hadapan kita saat ini. Begitu besarnya manfaat Ai maka akhirnya dalam kehidupan sehari-hari jadilah manusia mulai sangat bergantung pada teknologi.
“Keadaan itu semua adalah tanda bahwa ketika teknologi semakin maju dan secara perlahan ada potensi kita mulai mengabaikan Allah dan Rasulullah saat itu pula ketenangan jiwa manusia justru mulai terganggu, hari ini dunia menyaksikan meningkatnya krisis kesehatan dan mental,” ungkapnya.

Disampaikan, hari ini kita menyaksikan sendiri bagaimana teknologi kadang menjauhkan manusia dari nilai kemanusiaannya, teknologi dengan berbagai kemudahannya yang seharusnya mendekatkan hubungan antara manusia justru kadang menjauhkan manusia dari akhlak dan nilai kemanusiaannya.
“Idul Adha yang sedang kita rayakan ini mengajarkan bahwa seharusnya manusia tidak boleh diperbudak oleh keinginan dunia termasuk teknologi yang tidak ada habisnya. Umat Islam harus bersiap dengan serangan-serangan itu membentenginya yaitu dengan belajar untuk merasa cukup belajar hidup hemat sederhana bijak menggunakan harta dan tetap menjaga hati agar selalu bergantung kepada Allah SWT,” paparnya.
Dijelaskannya, Arti kurban yang akan kita laksanakan setelah kita pulang dari ibadah salat ini bukan sekedar menyembelih hewan tetapi simbol tentang latihan mengendalikan ego dan keterikatan kepada dunia.
“Kemuliaan manusia bukan terletak pada kecanggihan teknologinya tetapi pada ketundukannya kepada Allah SWT. Tugas manusia hari ini bukan melawan teknologi tetapi memastikan bahwa kemajuan teknologi tetap dipimpin oleh iman dan akhlak. Manusia tidak dimuliakan karena lebih pintar daripada mesin tetapi karena mampu mengenal menyembah dan mengabdi kepada Allah SWT,” tegasnya.
Diharapkannya semoga Allah menjaga keluarga-keluarga kita dari fitnah dunia digital dan kesombongan teknologi dan dari hati yang lalai mengingatnya semoga teknologi yang ada di zaman ini menjadi sarana kebaikan memperkuat dakwah islam mempercepat silaturahmi dan mendekatkan manusia kepada Allah SWT.
“Semoga Allah menerima ibadah haji saudara-saudara kita di tanah suci menerima korban dari hewan yang akan kita sembelih melimpahkan berkah kepada keluarga kita pemerintah kita negeri kita serta memberikan keamanan kedamaian dan kecukupan rezeki di tengah keadaan dunia yang penuh ketidakpastian,” tambahnya.
Pemotongan hewan kurban pemotongan hewan kurban di masjid makosad Brimob ini sebanyak 16 ekor sapi dan 1 ekor kambing, dan Brimob 4 ekor sapi dan 2 ekor kambing.(Hamza)











Komentar