Enrekang, Sulsel – “Rampe’a golla na ku rampeki kaluku”, bekerjalah dulu sehingga kami dapat mengapresiasinya.
Hal itu diungkapkan oleh Bahar, salah satu Tokoh Masyarakat di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan menanggapi sikap PJ Gubernur yang sering mengeluh mengenai keadaan Pemprov Sulsel saat ini.
“Itulah ungkapan yang dapat kami sampaikan sebagai masyarakat Sulawesi Selatan melihat kecenderungan dari PJ Gubernur Sulsel yang berapi-api dalam menyampaikan keluhannya disetiap forum yang ada,” ucap Bahar akrab di panggil Baba Banti.
“Masyarakat Sulsel itu cerdas,” ujarnya.
Menurutnya, semakin tinggi jabatan seseorang maka semakin tinggi pula masalah dan resiko yang dihadapinya, berani mandi berani basah, berani menjabat sebagai pemimpin maka harus berani menanggung resiko yang ada, jangan hanya tahunya mengeluh. Kata Bahar, carilah solusi jalan keluar jika memang ada masalah, jangan hanya ngeluh
“Bekerja meki saja, selesai peki baru kita tosseng yang diukur,” imbuhnya.
Ia pun menambahkan “Salah pilih kapang ini pak menteri, pacaritaji nasareangki, kodina pakkasiakku bela anciniki,” ungkapnya.
Pada intinya Bahar atau akrab di sapa Baba Banti ingin menyampaikan bahwa saat ini Pemprov Sulsel dipercayakan kepada beliau sebagai PJ Gubernur, saatnya memperlihatkan kepada masyarakat Sulsel kemampuannya dalam bekerja, janganlah menjadi pejabat yang cengeng. (*)









Komentar